Rabu, 19 Maret 2014

KARANTINA AYAM



BAB I
PENDAHULUAN

a.    Latar Belakang
Zoonosis merupakan penyakit yang menular dari ternak ke manusia atau sebaliknya dari manusia ke ternak. Konsumen produk hewani, termasuk didalamnya konsumen daging dewasa ini sangat berhati-hati dalam memilih bahan pangan.
Produk hewani terutama daging memiliki harga yang tinggi dibanding dengan produk pangan lainnya. Oleh sebab itu wajar jika konsumen menuntut kualifikasi lebih pada produk asal hewani ini. Disamping keunggulannya sebagai bahan pangan, daging juga mempunyai banyak kelemahan, misalnya bila daging berasal dari ternak yang menderita penyakit yang dapat ditularkan ke manusia, maka daging tersebut merupakan mediator yang bagus untuk menyebarnya penyebab penyakit ke tubuh manusia.
Dalam rangka mengendalikan penyakit menular dan juga menyediakan daging yang Aman, Sehat dan Utuh yang dikenal dengan daging ASUH maka ada beberapa perlakuan terhadap ternak baik sebelum maupun sesudah dipotong. Salah satunya yaitu ternak di tempatkan atau di karantina sebelum proses pemotongan di rumah pemotongan ayam.

b.    Tujuan
a.  Mengetahui pentingnya karantina ternak sebelum pemotongan di RPA
b.  Mengetahui pengaruh transportasi terhadap penyusutan bobot badan ternak yang akan dipotong

c.    Manfaat

a. Sebagai informasi bagi mahasiswa peternakan tentang pentingnya karantina ayam sebelum proses pemotongan.
b. Menambah wawasan bagi mahasiswa untuk bahan penelitian selanjutnya


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Rumah Potong Unggas (RPA) adalah kompleks bangunan dengan desain dan kontruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higien tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong unggas bagi konsumsi masyarakat umum (SNI 01-6160-1999). Sedangkan unggas potong menurut SNI 01-6160-1999 merupakan detiap jenis burung yang diternakan dan dimanfaatkan untuk pangan, termasuk ayam, bebek, kalkun, angsa, burung dara dan burung puyuh.
Daging ayam broiler merupakan sumber pangan hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Menurut Murtidjo (2006), ayam broiler adalah istilah untuk menyebut strain ayam hasil budidaya teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis, dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil pedaging, konversi pakan irit, siap dipotong pada usia relatif muda, dan menghasilkan mutu. Selain itu daging ayam broiler mudah diperoleh dan harganya pun cenderung lebih terjangkau oleh masyarakat, serta dagingnya pun mudah diolah menjadi berbagai masakan sehingga banyak digunakan dalan rumah tangga maupun rumah makan.
Salah satu tempat permintaan daging ayam broiler adalah rumah potong ayam (RPA). Peningkatan frekuensi maupun kuantitas permintaan ayam hidup maupun berbentuk karkas termasuk salah satunya perdagangan ayam ras terus terjadi pada era perdagangan global. Keadaan tersebut berdampak pada tingginya risiko masuk terbawa dan tersebarnya hama dan penyakit ternak ke karantina dari suatu wilayah ke wilayah lain, termasuk karantina di rumah potong ayam, sehingga menuntut kesiapan fungsi Karantina ternak yang ada di RPA yang merupakan garda terdepan dalam pencegahan dan penolakan penyakit. Selain risiko atas penyakit yang mungkin masuk ke RPA, maka perlu diperhatikan juga pengawasan terhadap ternak yang masuk ke RPA, dimana hal ini berkaitan dengan jaminan terjaganya kualitas kesehatan ternak dalam rangka menjamin kepercayaan konsumen terhadap karkas yang dihasilkan dari rumah pemotongan ayam tersebut.
Ternak yang baru diterima atau baru dibeli sebelum dimasukkan kedalam kandang untuk dipemeliharan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu. Karantina merupakan tempat pengasingan atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar wilayah yang tempat pemotongan ayam tersebut. Karantina ternak bertujuan untuk mengetahui apakah ternak yang baru dibeli atau ternak yang baru diterima ada yang sakit atau tidak. Seandainya ada ternak yang dalam kondisi sakit ataupun ternak dalam kondisi turun ketahanan tubuhnya, bisa langsung ditangani dan diobati agar cepat sembuh dan pulih kondisi ketahanan tubuhnya sebelum di masukkan kedalam kandang bersama dengan kelompok ternak yang lain.
Saat ini proses karantina ternak yang berada di sebuah RPA banyak yang tidak mementingkan kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan merupakan usaha yang dilakukan manusia untuk memelihara hewan ternak yang meliputi kelestarian hidupnya disertai dengan perlindungan yang wajar. Adanya isu yang mengenai kesejahteraan hewan ternak khususnya ayam potong merupakan salah satu hambatan dalam proses perdagangan bebas yang berada di pasaran. Isu tersebut seperti banyaknya pengiriman hewan ternak yang tidak dilakukan dengan prinsip kesrawan, merupakan hal yang memberikan banyak keburukan bagi hewan ternak, bahkan lebih jauh lagi berdampak dalam keberlanjutan usaha bagi industri peternakan sebagai akibat dari kehilangan atau kerugian dari produksi ternak tersebut.
Untuk itu peran karantina di sebuah RPA yaitu tempat dimana untuk mencegah masuknya dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar wilayah yang tempat pemotongan ayam tersebut. Sebelum ternak ayam dipotong, karantina berperan dalam memeriksa kondisi ayam yang akan dipotong. Pemeriksaan tersebut seperti pemeriksaan antemortem dimana Pemeriksaan ante mortem adalah pemerikssaan yang dilakukan sebelum hewan dipotong. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah membedakan hewan yang berpenyakit menular, hewan yang berpenyakit tapi tidak menular maupun hewan yang sehat.
Pemeriksaan ini juga diharapkan dapat mengetahui ada atau tidaknya gejala abnormal pada hewan yang akan disembelih tersebut, memberikan kesempatan kepada hewan untuk beristirahat sehingga dapat memberikan kualitas daging yang lebih baik, mencegah kemungkinan terkontaminasinya daerah pemotongan, kontaminasi peralatan, personal, asal hewan sakit dan sebagai informasi bagi keperluan pemeriksaan selanjutnya, diagnosa serta pengambilan keputusan terhadap karkas yang akan diamati dan diperiksa oleh petugas yang berwenang di RPA tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah mengidentifikasi dan menyingkirkan pemotongan ternak-ternak yang terkontaminasi/terserang penyakit terutama penyakit yang dapat menulari manusia yang mengkonsumsinya.
Selain itu masalah ternak selama proses transportasi mempengaruhi penyusutan bobot badan ternak ayam sebelum sampai ke RPA. Semakin lama ternak  ayam  berada di jalanan selama proses distribusi, hampir pasti makin banyak pula risiko yang ditanggung, termasuk penyusutan bobot. Mengirimkan ternak ayam dari daerah tidak sama dengan mendistribusikan barang konsumsi. Hal ini disebabkan ada risiko-risiko alam yang tidak bisa diprediksi. Seperti ayam stres atau mati. Walaupun di tiap titip daerah ada semacam karantina untuk memastikan kesehatan ternak, tetap saja risiko itu tak bisa hilang seratus persen. Penyusutan bobot badan selama transportasi diakibatkan oleh :
o   Hal ini dapat terjadi karena ayam mengeluarkan kotorannya selama perjalanan dan susutnya air tubuh melalui penguapan sebagai akibat suhu lingkungan yang panas. Oleh karena itu apabila waktu pengangkutan ayam merasa kepanasan dan stres, sebaiknya diberi percikan air untuk mengurangi cekaman panas. Kematian ternak selama transportasi, umumnya terjadi karena crates atau keramba ayam diisi terlalu padat
o   Kondisi ayam yang kurang sehat
o   Kepanasan waktu transportasi
o   Penanganan yang kurang baik waktu perjalanan
Selain itu masalah yang ditimbulkan yaitu adanya kerusakan bagian-bagian tubuh. Persentase kerusakan bagian tubuh yang paling besar yaitu waktu terjadi transportasi yang kurang hati-hati. Kerusakan bagian tubuh secara keseluruhan biasanya sekitar 9 – 12% untuk sekali pengangkutan. Pada saat menyekat ruangan kandang sebaiknya disesuai dengan jumlah ayam yang akan ditangkap atau dipanen. Sebagai contoh: apabila dalam satu kandang kapasitas ayamnya sebanyak 5.000 ekor dan yang akan ditangkap atau dijual hanya 1.000 ekor, maka dalam memasang kawat atau pagar penyekat hanya untuk ayam 1.000 ekor saja. Hal ini bertujuan untuk menghindari agar ayam tidak merasa stres selama di transportasi maupun di karantina.



BAB III
KESIMPULAN

o   Rumah Potong Ayam merupakan salah satu tempat permintaan daging ayam yang frekuensi permintaan terhadap daging semakin meningkat. Permintaan yang meningkat akan meningkatkan resiko terbawanya atau tersebarnya penyakit ternak ke rumah pemotongan ayam
o   Fungsi karantina pada RPA sebagai pencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar wilayah yang tempat pemotongan ayam
o   Penyusustan bobot badan yang terjadi selama proses transportasi dikarenakan oleh ayam mengeluarkan kotorannya selama perjalanan dan susutnya air tubuh melalui penguapan sebagai akibat suhu lingkungan yang panas, Kondisi ayam yang kurang sehat, kepanasan waktu transportasi, penanganan yang kurang baik waktu perjalanan

DAFTAR PUSTAKA
http:// Bisakah Mewujudkan Transportasi Ternak yang Berwawasan Kesejahteraan Hewan  _ Livestockreview.html
htt[://RPA/Transportasi Ternak Harus Perhitungkan Risiko Susut Berat Badan _ Livestockreview.html
Murtidjo, B. A. 2006. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius, Yogyakarta
Standar Nasional Indonesia. SNI 01-6160-1999.